Pages

Wednesday, June 8, 2016

sederhana bulan Juni.

bismillah

satu hal yang saya sesalkan tentang pernikahan (kononnya), ia tak lagi membenarkan saya melangkaui rasa-rasa lalu, menggedik dalam bercinta, mencintai dengan senyap, meragui dalam harap, saling berteka-teki dan membalas perasaan dalam surat-surat yang ditulis dan dibaca sendiri. kalau si jaka bijak mentafsir, tahulah dia bahawa tentang dialah yang dikarangkan penuh dalam surat-surat itu dengan sangat sembunyi. saya suka cinta yang misterius, halus, diam dan rahsia yang sebegitu. 

kini, orangnya sudah di depan mata. bicarakan sajalah dan tumpahkan sajalah kesemuanya. wajarlah Bu Helvy pernah bilang, "kita perlu jatuh cinta atau patah hati untuk dapat membuat puisi yang bagus." pada saya, kenyataan ini benar. jatuh atau patah hati selalu menemukan kita dengan kosa kata yang indah dan muluk. jadi, apakah pernikahan telah melenyapkan gelisah itu semuanya?

sangkaan saya ternyata salah. benar lagi WS Rendra saat dia berkata, "perempuan bagai belut, meski telah kau kenali segala lekuk liku tubuhnya, sukmanya selalu luput dari genggaman." 




pernikahan lebih menemukan dan mendekatkan saya dengan jiwa saya sendiri; bahawa jiwa perempuan ini sungguh luas tidak terkemudi. ia membuatkan saya maklum bahawa jiwa ini adalah milik saya dan saya merdeka sepenuhnya dengannya. dengan jiwa itulah, si perempuan bebas memenuhkan impiannya, citanya, yakinnya, diamnya, harapnya dan seluruh yang dia sahaja punya dalam ruang kosong itu. termasuklah cintanya dan doanya yang dia rakam seutuh langit dan bumi untuk orang yang dia cinta. 

kita bertemu di dalam keramaian bulan April seperti tulis Murakami, On Seeing the 100% Perfect Girl One Beautiful April Morning. namun lebih melankolis Sapardi menulis "aku ingin mencintaimu dengan sederhana" dalam Hujan Bulan Juni. 

nah, dengan sesederhana itulah kita di satukan di bulan ini.

"selamat ulang tahun pernikahan, sayang!"  

sebegitulah juga ruang kosong saya yang sederhana itu cepat-cepat menoktahkan bicaranya selepas terhidu bahawa kini ia sedang dituliskan dan dibacakan orang lain.

oh, engkaukah itu sayang yang menghendap jiwa saya dan sedang mencuri baca?

1 comment:

iremi nisces said...

Asalamu alaikum, thanks for sharing. What do you think of Hajj - Islamic Pilgrimage To Makkah , come share your thoughts..

Take Care