Pages

Monday, May 4, 2015

sebuah catatan di terminal, sepulang dari Marang;

bismillah
 
(i)

bersama Sofia, memeluk dingin Subuh di TBS
 
yakin dan jelas, aku tak mahu sesuatu yang terlalu ideal; sekurang-kurangnyanya itulah yang aku sempat belajar dan dapatkan dari kembara sesingkat ini.
 
sesuatu yang sempurna; harus sama tinggi, sama rendah. harus tepat incinya, sebagaimana teratur di pemula rencana, harus persis yang kita-kita ingin, begini dan begitu jadinya.
 
oh tidak, sayang!
 
bagaimana kalau sedari awal kita meletakkan ukuran, harus bagaimana pula kita bereaksi andai bengkok aturan-Nya di masa kejadian? apa mungkin kita bakal melewatinya dengan hati tenang bahagia seolah tiada cacatnya? apa mungkin kita 'kan saling meraikan hingga yang memandang kita terkagum senang?
 
ketidaksempurnaan itu entahkan mengapa, sedari dulu bagiku, ia indah! agar orang-orang yang 'kurang' turut merasa kebersamaan, bahawa dia hakikatnya tidak pernah sendiri; bahawa ada aku, bahawa ada 'kita' yang turut punya sisi lemah, kurang, cacat, bahkan terlalu jauh dari sempurna.

"your imperfections define you. it's how you handle them, that makes you human."

"why impress others with how 'perfect' your life is? instead, share with them how you cope with imperfections. that makes you more credible."

- mufti menk
 
(ii)
 
teruntuk kak syida kesayangan, (tskkkk) selamatlah dikau menjadi isteri!
 
ah, terlalu panjang untuk aku bingkiskan semua yang tidak sempurna tetapi tahukah engkau, dengan 'yakin' dan 'tenangmu' sahaja, semuanya telah cukup sempurna?
 
ini yang aku selalu percaya dari kecantikan seorang perempuan; hakikatnya terletak pada yakin dan tenangnya! ia bermula dari hatinya, yang membukit niat yang tulus dan mulus, hasil dari kebergantungan tawakal yang tinggi dan penuh.
 
demi Allah, sungguh-sungguh telah aku saksikannya sebermula permulaan hingga pengakhiran; moga Allah terus memberkahi perjalanan!
 
syukur dan terima kasih untuk semuanya.
 
ps: semoga berbahagia #tilljannah. jangan lupa minggu depan masuk kerja woi, harharhar :p
 

2 comments:

Anis Naazira said...

Betul la kak. Makin dewasa makin sedar bahawasanya tenang, yakin dan jelas tu kunci utama cantiknya seorang wanita.

Anis tumpang bahagia and gembira for both of you, yang selalu bingkiskan perihal jodoh dan sabar, indirectly via blog entries dan post di ig. Suka benar akhirnya keduanya bertemu jodoh dgn izin Allah :)

Doakan anis juga ya. Moga diberi kekuatan dan kesabaran spt kakak berdua. Dan untuk akak, selamat menghitung hari. Lulz ;)

Umairah. said...

anis;

malunya akak untuk terima penghormatan yang semacam ini, sebab seriussssssli terlalu jauh 'kuat' dan 'sabar' anis tu untuk akak, tskk T.T

apapun alhamdulillah, moga malaikat mengaminkan doa yang sama untuk anis.

mohon berbanyak-banyak doa. macam kata hamka, manis bukan di permulaan hubungan, tetapi setelah menempuh kepahitan. akak belumpun menempuh pahit, sayang.

insyaAllah, masing-masing ada sisi ceritanya tersendiri. dan moga kita akan lebih menghargai manisnya saat-saat berjuang dan sukarnya bermujahadah, ameen.

jazakillahhu khairan katheera, anis. terima kasih banyak-banyak untuk semuanya! :')

ps: amboi sangat lulz dia tu, haha. doakan akak istiqamah!