Pages

Thursday, December 4, 2014

"AKU TELAH DIREZEKIKAN CINTANYA."

Bismillah

Dengan tanpa sedar, menikmati bihun goreng di suatu petang, dari tangan seorang kawan, adalah sebuah muhasabah panjang, selain suatu kenikmatan bagi saya. Teruntuk orang yang seringkali berdosa, dihulurkan rezeki demi rezeki dengan cara paling baik, baik melalui teman handai atau selainnya, itu merupakan antara nikmat Dia yang paling istimewa. 

Antara nikmat lain-Nya, apalagi yang lebih istimewa dari senyuman demi senyuman yang saya kutip di jalan, dari orang-orang asing? Salam tunduk hormat dari mereka yang tidak pernah mengenal namun saling menutur doa sejahtera? Lantunan ayat demi ayat al-Quran yang mulanya terasa kesat dan jemu, lama-lama jadi hiba dan sayu? Kepercayaan bahkan keyakinan yang diberikan orang lain, saat saya pun tidak mampu membangunkan lutut dan kaki sendiri? Jujur, kasih Dia terlalu maha sempurna teruntuk hamba-Nya yang seringkali berdosa ini.

Benar sekali sabda Sang Kekasih, saat Baginda S.A.W menuturkan tentang Khadijah R.A, "Aku telah direzekikan cintanya" (HR Muslim). Sedemikian jualah, saya memaknakan sabdanya, betapa saya telah direzekikan cinta orang-orang ini. Ia membuatkan saya sesungguhnya percaya, bahawa cinta sememangnya suatu bentuk rezeki yang terpaling anggun dan unggul, sedikitpun tidak meragukan! Maka beruntunglah bagi mereka yang ditebarkan cinta dan kasih. Beruntunglah bagi mereka yang dikasihi dan dicintai oleh sesiapapun meski walau hanya seorang!

Dengan cinta itulah, terima kasih untuk mereka yang menghidu ketakutan saya, namun telah mewangikannya hingga menjadi sebuah keyakinan. Terima kasih untuk mereka yang menemui hati kecil saya, namun telah memeluknya hingga menjadi begitu gagah. Terima kasih untuk mereka yang mengutip kecurigaan saya, namun telah melontarnya hingga menjadi sebuah kewaspadaan. Terima kasih untuk mereka yang mengulum lemah khilaf saya, namun telah menelannya menjadi sebuah ketidaksengajaan.

Dengan cinta itulah jua, terima kasih untuk Ummi, Walid dan adik-adik yang di lewat malam semalam mengirimkan video bingkisan ringkas 'Selamat Hari Lahir', terima kasih untuk coklat, aiskrim, satay, bahkan ingatan ikhlas dan kata-kata seindah ini. Ah, mengharukan!

Untuk entah dari celah ihsan mana hingga menerima kasih dan cinta sekilat ini, untuk segala kebaikan yang tidak pernah diduga dan terduga ini, untuk diri yang jauh dan jarang sekali berbagi cinta dan kasih setulus ini, apa lagi jawapan dan penghargaan yang paling istimewa melainkan satu ucapan yang diajarkan Baginda S.A.W juga; "Moga Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintaiku." Moga terangkatlah kata-kata yang baik menjadi sebuah doa bahkan hitungan amal yang baik juga!

"I've learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel." 
- Maya Angelou

Andai aku, kau anggap Langitmu, dan kau adalah Bumiku, ajarkan aku tentang kerendahanmu. Tunjukkan aku sebagaimana Bumi pernah mengajar Langit mencintainya, aku mahu mencintai kau seperti itu!

Allah yubaarik feekum!

2 comments:

Anis Naazira said...

Sweet sangat ni kak. Gula tumpah ke?

Sanah helwah kakak manis. Semoga terus menerus dikurniakan ilham oleh Allah utk menyebarkan cinta. Allah yubarik fik <3

Umairah. said...

inilah namanya, "if a writer falls in love with you, you can never die."

gitu.

hahaha. jzkkheir anis. amin untuk semua doanya! moga Allah makin cinta anis, ameeeeeeen :)