Pages

Sunday, October 26, 2014

kompleksnya entri ini, jaga-jaga!

bismillah

saya katakan pada dia yang bertanya, saya seperti Mr. Darcy sewaktu meluahkan semua kepada Lizzie;

"in vain have I struggled. it will not do. my feelings will not be repressed. you must allow me to tell you how ardently I admire and love you."
- jane austen, pride and prejudice

tulisan adalah kecintaan bagi saya. bahkan, setiap kali menulis, saya hakikatnya sedang bercinta. bercinta dengan diri sendiri, bercinta dengan huruf-huruf, bercinta dengan kelemahan, bercinta dengan kekuatan, bercinta dengan apa yang saya tulis. bercinta dengan orang-orang atau watak-watak yang saya tulis. bercinta dengan sesungguhnya cinta!

entahlah, kadang-kadang ia tidak terkawal. melimpah ke ruang-ruang yang tak tersengajakan. menyentuh sisi-sisi yang tidak selayaknya. hinggakan, ada sebahagian dari dalam diri saya mengatakan ia tidak wajar. macam Murakami mengatakan, "there are certain things, no matter what, you have to keep inside."

namun, seringkali hal-hal yang saya benar-benar ingin disimpan itulah yang paling tertonjol dengan tanpa sedar. lolos tercicir tanpa kesengajaan. saya benci keadaan itu, sesungguhnya! saya tidak gemar keadaan-keadaan apabila saya mampu terlalu terbuka dan terlalu jujur.

walhal, sisi lain dari saya pula mengatakan mengapa saya tidak boleh jujur saja, menuliskan semua kegelisahan saya sendiri? 'Brave', kata Sara Bareilles;

"but I wonder what would happen
 if you say what you wanna say
 and let the words fall out
 honestly I wanna see you be brave"

siapa boleh menduga, ada yang turut merasakannya, namun tidak mampu diluah dengan kata-kata? hinggakan, apabila dia membaca saya, dia menemukan dirinya, sebagaimana asyiknya saya membaca 'mereka' yang berhasil menemukan saya dengan diri saya sendiri.

meski cuma, seputar hal-hal remeh. hal-hal yang golongan intelektual pandang sebelah mata, atau ketawa sinis atau bahkan tidak pandang langsung! namun, merefleks semula kata Ustaz Hasrizal;  

"jika hidayah Allah boleh datang melalui iktibar seekor nyamuk, kenapa perlu malu kalau buku yang mengundang perubahan diri kita adalah buku yang kaum intelektual cebikkan bibir mereka?"

ah, barangkali saya yang terlalu keras menghukum diri sendiri. untuk ini, mungkinlah wajar juga saya mengangguk penuh dengan kata-kata Muharikah;


har har har,
saya mohon maaf atas komplikasi seorang wanita yang sukar difahami ini. John Gray, saya memang salute anda, bagaimana anda mampu begitu sukses menuliskan ini? saya sendiri baru tersedar akan hakikat ini;


mars and venus together forever, pg. 120

ah, biarlah seombak mana pun jiwa saya, gelisah inilah yang menghantarkan kepada sesuatu. sesuatu yang boleh saya pandang, saya sentuh, saya rasa, dan akhirnya saya tulis; mewujudkan saya di mana-mana, memberitahu bahawa saya ada. barangkali menjadi warisan pada generasi demi generasi, untuk suatu hari nanti, mampu lagi saya berkata;

hari ini, kami berkata
"bapak, kami selongkar album lama
dan temukan puisi bapak di sana"

esok hari, mereka bercerita
"bonda, kami selongkar dunia maya
dan temukan catatan bonda di sana"
siapa tahu, inilah masanya untuk menulis sebebasnya, sebelum saya hampir tidak menulis lagi, atau tulisan saya mulai berubah? tiada lagi gelisah demi gelisah, ranap demi ranap, hancur demi hancur? oh, tolonglah. saya tidak mahu begini;

"saya bukan penulis. jadinya saya hanya mencari-cari jawapan: kenapa membaca dan menulisnya menjadi malas setelah berpasangan?

ah, semua ini tak perlu pada penjelasan.

saya pasti, lelaki paling naif pun akan faham. peranan perempuan dan rasa kebertanggungjawabannya sangat tinggi. segala emosi ranap resah gelisahnya sebelum ini juga dibawa pergi dengan bunga-bunga segar yang dijadikan perhiasan pelaminan dan akhirnya layu tak dihiraukan. ceh." 
- rapunzel, buku conteng aishah

oh, tolonglah! saya tidak mahu begitu. maka, inilah saatnya untuk terus menulis. bukan, saya mesti terus bercinta!


ps: nah, ini juga untuk kau yang tidak putus meminta, 'kejutkan aku, bila kau bersedia'. sedarlah, hari ini ku telah 'terjaga, ku disentuh lembutnya suria'. - nasTIYA :p


9 comments:

Anis Naazira said...

the same goes here kak umy.
selalu bukak blog sendiri untuk tengok post akak 'naik' tak. lulz.

walaupun hakikatnya blog sendiri berhabuk tebal masyaAllah!

salam sayang dari UIAM Kuantan ;)

Umairah. said...

anis;
auwww, terharunya mashaAllah. jazakillahhu khayran katheera anis. haa, cepat update! :p

salam sayang dari gombak juga! :')

Anonymous said...

Please jangan hilangkan tulisan tulisan ini lagi, :(

Umairah. said...

anon;
please, kenalkan diri adik :)

Siti Aisyah said...

Alhamdulillah, ingatkan dah senyap terus.

Jangan, jangan begitu... Hehe... Teruskan menulis.

Saya pembaca setia tulisan awak. Dulu, ingatkan nak mula dari entri pertama tapi masih tak sempat-sempat lagi. Cuma, kadangkala, bila baca entri lama-lama awak, sangat perasan perubahan dalam penulisan. Adala sikit-sikit. Semoga berubah kepada yang lebih baik saja. :)

Umairah. said...

siti aisyah;

terima kasih, aisyah :) saya sangat hargai kunjungan awak ke sini.

i didnt change, i grew up, hihi. doakan saya istiqamah dalam perubahan yang baik-baik cuma, ameen.

Anonymous said...

Assalamualaikum saudari penulis,sungguh ada hati yang sedih saat penulisan saudari tersembunyi..teruskanlah menulis lagi dan lagi..krn apa yang dikatakan saudara john gray itu benar..and it happen thru ur touch

Ainaa Athirah said...

Salam wbt.

Masa awl2 baca blog akak dulu, apa yg buat sy tertarik ada satu kata2 yg lebih kurang mcm akak halalkan semua yg akak tulis kat sini utk di share wpun tanpa tulis nama akak. Subhanallah kagum sgt. Sy jumpa tulisan akak dikopipes di mana2 tanpa ada nama penulisnya tapi sy kenal sgt itu tulisan akak!

-pembaca setia blog akak sejak 2010 :)

Umairah. said...

anon;
waalaikummussalam wrt. terima kasih atas sokongan saudari, saya sangat menghargainya. doakan saya istiqamah ya :)

ainaa;
alhamdulillah, doakan akak selalu terdidik dengan ikhlas dan istiqamah adik. moga barokahnya melimpah untuk kita semua, ameen.

salam sayang! :)