Pages

Monday, July 14, 2014

nota Ramadhan 16.

bismillah

separuh Ramadhan telah berlalu meninggalkan. jujurnya, ada (terlalu banyak) kesia-siaan dan penyesalan yang cukup berbekas di hati saya. terlalu! ada hari-harinya yang bukan sekadar terasa payah dan lelah, bahkan kalah! ada hari-harinya yang mungkin di perhitungan Tuhan, sekadar kedahagaan dan kelaparan. ada hari-harinya yang maha beratnya tilawah, jemunya tarawih, pahitnya mujahadah, malasnya istiqamah. 

namun, untuk tempoh setahun ini (Ramadhan lalu), dan separuh Ramadhan yang telah berlalu ini, cukup-cukup mengajar saya tentang satu nilai; BARAKAH.

"secara sederhana, barakah adalah bertambahnya kebaikan dalam setiap kejadian yang kita alami waktu demi waktu."
"..bahawa di saat apapun barakah itu membawa kebahagiaan. sebuah letup kegembiraan di hati, kelapangan di dada, kejernihan di akal, dan rasa nikmat di jasad. barakah itu memberi suasana lain dan mencurahkan keceriaan musim semi, apapun masalah yang sedang membadai.."

"barakah itu menyediakan rengkuhan, dan belaian lembut di saat dada kita sesak oleh masalah."
(saksikan bahwa aku seorang muslim, ust. salim a. fillah; hlmn. 249-251)

sepertinya, barakah itu magis; yang barakah itu selalu menakluk sempurna, namun yang sempurna itu belum tentu memiliki barakah!

cukuplah, apabila Dia menitipkan barakah dalam satu-satu hal, meski 'payah', meski 'letih', meski 'jemu', meski 'mengantuk', meski 'tidak berkecukupan', meski 'sedikit', meski 'jauh dari keselesaan' percayalah untuk semua dan segala 'ketidaksempurnaan' ini (baik yang disebutkan, mahupun tidak), bakal beriringan dengannya kebaikan yang maha banyak; sama ada pulangannya dikembalikan dalam bentuk 'ketenangan hati', atau 'kepuasan jiwa', atau bahkan kebaikan itu, tanpa tersedar ternampak sedikit demi sedikit pada diri sendiri. 

hingga di akhirnya, kita pasti dapat merasakan sesuatu yang beza! mungkin saja, tilawah terasa makin mengasyikkan, qiyam terasa lebih menginsafkan, siyam (puasa) terasa lebih menikmatkan, bahkan hablun minannas (hubungan sesama manusia) pun terasa lebih menghubungkan. 

andaikan segala 'kesempurnaan' sudah terpenuhi, namun sesuatu yang diharapkan tidak terjadi selayaknya, tidak mendatangkan kebaikan, sebaliknya kemudaratan kepada diri, berpatah jejak dan kembali bermuhasabah;

"APAKAH ADA BARAKAH DALAM AMAL-AMAL KITA?"

berulang kali, untuk setiap 'kejatuhan' ini, jangan berputus asa dengan segala kekurangan. jangan berhenti walaupun jauhnya tersungkur, jangan cepat tunduk pada kekalahan, jangan terus berhenti daripada memohon rahmat dan maghfirah, agar Dia dengan segenap maha kecintaan dan kemurahan kurnia-Nya, mengurniakan barakah dalam amal-amal kita!

seperti mengena dengan kata-kata ustaz dalam slot tazkirah ikim.fm pagi tadi;

"perkiraan akal tidak sama dengan perkiraan Allah."

oleh sebab kita tidak pernah tahu nilaian Allah terhadap kita itu 'berapa' dan 'bagaimana', cukuplah kita membersihkan semula niat, memperbaiki kekurangan, dan mengupayakan segalanya dengan paling baik dan terbaik, meski harus bermula kesemuanya semula dari awal. 

Allah, Engkau sesungguhnya Maha Tahu.


"..so that I may take into heart all the lessons, for as long as I live in this dunya."

--

"I don't share my thoughts because I think it will change the minds of people who think differently. I share my thoughts to show the people who already think like me that THEY'RE NOT ALONE.

- quoted


1 comment:

iremi nisces said...

Asalamu alaikum,

Please come and leave a comment and promote people to participate in the walk 4 syria, donate generously online at my blog jazakAllah khair, let your friends and family know and share the links

Take Care