Pages

Tuesday, April 8, 2014

hai (malas fikir tajuk);

bismillah

nikmatnya apabila ada yang sudi bercerita dengan kita, dan kita pun bersedia mendengarnya bila-bila masa. saya sangat suka deep conversation. selain membuatkan saya lebih mengenal orang yang bercerita, ia juga membuatkan saya lebih mengenal diri, 'menerima' diri sendiri, serta memberikan ruang pada diri untuk memperbaiki semua kelemahan yang ada.

naa, dan kenikmatan yang ini;

"it was okay to be affected by emotion. it's okay to be scared. it's okay to be impressed. it's okay to have these things that shake your world up a little bit. and then turn that around and tell me about it and put it into words so that other people know what it feels like to have this experience that has moved you in some way"

— sarah kay

lebih-lebih lagi, bila ada orang yang sudi jujur, dan bercerita apa saja. memaklumkan keresahan hati tanpa bimbang sedikitpun, sebab yakinnya dia, orang yang mendengar adalah orang yang dia boleh percaya.

saya sedang belajar untuk menjadi pendengar yang baik. macam Mr. Kobayashi waktu mendengarkan Totto Chan bercerita.
 


 
tanpa dugaan atau penghakiman awal. sebab, kebanyakan dari kita hanya mahukan pendengar. selebihnya, nasihat dan pandangan. itupun, kalau dia benar-benar memerlukannya. namun, hakikatnya rata-rata daripada kita, sedia tahu jawapan kepada setiap permasalahannya, cumanya dia hanya perlu diyakinkan. asalkan ada basirah (pandangan mata hati) dan kedekatan dengan Allah, apa saja keputusannya, pasti Allah membersamai.

antara yang rajin bercerita dengan saya, apabila kami terserempak, adalah dia yang satu ini. dia akan dengan panjang lebarnya bercerita. tentang ini, tentang itu, dan saya akan cuba mendengar dengan sepenuh hati.

cuma uniknya, dua tiga hari ini, ceritanya melalui buku. dia akan tunjukkan diari kecilnya, dan saya akan baca satu persatu. makin jauh jarak atau tempoh untuk kami berjumpa, maka makin banyaklah halaman yang akan saya baca. sebab, dia menuliskan perasaannya, hampir setiap hari.

dengan keizinannya untuk dikongsikan di sini, catatan ini yang paling membuatkan saya haru. apabila menulis, ternyata luahannya jadi lebih jujur dan dalam!
 
 

 
wallahhi, catatan ini membuatkan saya makin mencintainya, dan moga-moga saya dan dia makin mencintai Allah.

ameen.

--

"so rescue yourself from these general themes and write about what your everyday life offers you; describe your sorrows and desires, the thoughts that pass through your mind and your belief in some kind of beauty — describe all these with heartfelt, silent, humble, sincerity and, when you express yourself, use the things around you, the images from your dreams, and the objects that you remember."

— rainer maria rilke, letters to a young poet

4 comments:

Alyaa Ali said...

assalamualaikum akak.

hmmm...
no word can describe this feeling.
hmmm...

btw,
tentang Sarah Kay tu, akak tgk youtueb atau dia post somewhere eh?
heee...

Umairah. said...

wa'alaikummussalam wrt alyaa :)

hmm, lama sudah tak berhotchoc sesama kan? huu.

akak dengar dari sini; https://soundcloud.com/onbeing/sarah-kays-way-with-words

selebihnya, alyaa boleh refer sini;

http://umairahshafei.blogspot.com/2014/03/sarah-kays-way-with-words.html

akak ada letak link kat situ jugak. sorilah, tak reti pulak nak hyperlink kat komen ni. eheh

fi hifzillah :')

Anonymous said...

what is this?
ans : whatsapp

tetiba. kvaii..

Umairah. said...

nakal sungguh anon ni :p