Pages

Monday, December 9, 2013

bagaimana mungkin aku mencintai-mu?

bismillah

di saat aku mula bertanyakan, bagaimana mungkin aku mencintainya, setulus hati tak terbelah-belah bagi?

jawab kau, tenang tak meragukan; 

selayaknya kekasih, selalulah bertanyakan dan berfikir tentangnya, bercakap dengannya, beramal untuknya, berkorban deminya, hingga mendarah daging menjadi sebuah cinta, tak dipaksa-paksa bahkan ikhlas, -semulajadi.

dakwah, aku ingin sekali mencintaimu, setulusnya, seikhlasnya, hingga Syurga cuma menjadi satu-satunya impianku, harapanku, keinginanku, obsesiku, cita-citaku, dan semuanya melebihi apapun yang ada di dunia!


--

"kita memang tidak layak memendam kekhawatiran terlalu dalam, untuk ketidakpastian yang kita hadapi. karena pintu rahmat Allah lebih luas dari yang kita kira. yang harus kita sadari bahwa Allah terkadang menunda karunia-Nya, menyimpan rahasia-Nya lewat ketidakpastian itu, agar kita lebih dekat dengan-Nya, lebih bisa menata hati untuk mengikuti mau-Nya. sebab kita terkadang memang tidak mau mengerti."

- majalah tarbawi

Allah, mudahkanlah jalan-jalannya.

No comments: