Pages

Friday, September 27, 2013

"the goal in marriage is not to think alike, but to think together!"

bismillah

lama sudah rasanya tidak menulis entri pasal cinta-cinta dan kahwin-kahwin.
nah, satu;

di usia 23 tahun, 9 bulan.

--

(i)

untuk menerangkan cinta, saya paling suka quote ini;

"don't walk behind me; I may not lead. don't walk in front of me; I may not follow. just walk beside me and be my friend." 
- albert camus

dan sebab itu juga, saya pernah menuliskan;

"cinta itu sama ada menghilangkan diri kita,
atau menemukan siapa kita?"
--

(ii)

ketaksuban cinta selalu membuatkan kita terikut-ikut untuk cenderung mengikut segala kesukaan orang yang kita cintai. sepenuhnya melihat, mendengar dan mentaati, meski kadang-kadang bertentangan dengan kehendak, kesukaan, dan prinsip diri.

kesannya, personaliti atau sifat diri yang sebenar (sebelum bercinta) akan tenggelam dan hilang. lebih-lebih lagi, perempuan. semulajadi, dan kebiasaannya, dia mudah ‘dibentuk’ oleh apa-apa yang dia cintai.

jujur, saya pun.
hmm.

--

(iii)

suatu hari, dalam halaqah, salah seorang adik saya bersuara: "kalau boleh, saya nak bersuamikan orang yang hebat dalam agama. lagi-lagi fiqh. nanti senang saya nak rujuk dia".

saya sengih membalas; "tapi, macam mana kalau dia bagi ilmu yang salah?" kemudian menyambung, "sebab itulah, kita kena belajar dan cari ilmu juga. bolehlah berbincang dan sama-sama mencari jawapan yang betul!"

sebab secara peribadi, saya merasakan; "the goal in marriage is not to think alike, but to think together!"

kesempurnaan ada pada keduanya, bukan salah seorang. ada masanya, salah seorang mungkin tersilap. macam kebiasaannya, kita berkawan-kawan.

--

(iv)

saya tahu, bercakap sungguh sangat mudah. 

masih, saya sendiri tidak tahu dan tidak pasti sesusah apa agaknya, untuk selalu merendahkan hati, membuang ego dan memberi ruang untuk saling mendengar, memahami dan memilih apa-apa yang terbaik untuk diri dan pasangan.

bukan memilih mengikut pandangan diri semata-mata, walaupun (mungkin), dia kurang arif, dan kurang tahu. 

dan tentu sekali setelah memilih bersama tadi, bersabar pula melatih diri mengikut kemampuan dan kapasiti diri, untuk sebetulnya 'berubah' mengikut telunjuk, parameter dan kemahuan agama, bukan semata-mata kemahuan diri sendiri.

sebab secara peribadi, saya pun merasakan; "it's not about changing. it's about growing, -together" - ellen schreiber, love bites

ah, (alangkah!) kalau saya juga di antaranya.

--

"but the poor kids today, either they're too selfish to take part in a real loving relationship, or they rush into marriage and then six months later, they get divorced. they don't know what they want in a partner. they don't know who they are themselves, so how can they know who they are marrying?"
(pg. 148, tuesdays with morrie)

untuk (i), (ii), (iii) dan (iv), terpenting (bagi saya) mungkin, ialah mengenal, mencari dan menemukan diri sendiri, supaya kelak kekal dan masih menjadi diri sendiri, tidak mudah terubah oleh apa-apa. persis Khadijah, sebelum bertemu Muhammad. sebelum dan sesudahnya, dia adalah dia.

kecualilah, setapak demi setapak ‘berubah’ untuk perubahan yang membawa lebih kebaikan kepada diri, orang yang dicintai dan terlebih-lebih, -agama.



"..just walk beside me and be my (best) friend!"

Allahhu Musta’an!

ps: pandangan peribadi semata-mata. mungkin-lah ini antara 'values' yang saya sangat cari dan paling mahu ada dalam diri, hmm. ameen.

(saya rasa, saya tulis dengan sangat berbelit-belit, hisy)

4 comments:

nusrah said...

salam umy, i do like the 2nd point. :) cuma kadang ketaksuban mengabur asal jiwa kita, kan?

Macam Oscar Wilde bilang,
"Be yourself, everyone else is already taken"

|umairahshafei|عميرة شافعي said...

w'salam tiya

moga Allah pelihara kita, ameen insyaAllah :)

anis said...

Tapi kalau kecintaan membuahkan ketaatan yang lebih kepadaNya, membuatkan lebih teratur dan tersusun dlm kehdupan, takpe kan kak? :)

Cuma asbab cinta itu je, perlu dinatijahkan semula, kepadaNya. dan bukan kepada hambaNya.

Soalan sama diulang pakai di ruang yang lain. Hehe. Sorry kak, baca blog akak sambil minum pagi di hari ahad mcm osem sgt. Keluar semua ayat2 ni. Hehe

Umairah. said...

anis;
sebab tu akak penah tulis yang nie jugak;

"kalau yang dicinta itu pada yang salah, maka ia menguatkanmu pada yang salah

kalau yang dicinta itu pada yang benar, maka ia menguatkanmu pada yang benar"

:)

thanks anis untuk komentar yang manis!