Pages

Thursday, April 4, 2013

untuk kawan-kawan yang kita suka;

bismillah

antara hal yang saya suka tentang puisi ialah, dia sangat jujur dan berterus-terang. tapi, secara maknawinya, diri sendiri yang perlu 'cari' dan 'maknai', menggunakan akal dan hati sendiri. terpulang pada penilai untuk menghakimi. salah betul, hanya penulis yang tahu. 

antara lainnya, puisi sangat melatih otak 'berfikir' secara subjektif. hmm, mungkin? entahlah. tapi, kebiasaannya di rumah, selesai tulis satu-satu entri atau puisi, orang pertama yang akan dipaksakan membacanya ialah, -adik. 

dan soalan yang maha kerap diitanya ialah; "adik rasa, puisi ni pasal apa?". dia pun kadang-kadang layankan saja kehendak 'gila' kakaknya, dan menjawab suka-suka hati. kalau malas sangat, dia noktahkan dengan senyum sinis penuh makna, dan, "taktau".

--

"kamu tidak perlu mengerti lukisan untuk suka lukisan. cukup menggunakan hati saja" - keenan; perahu kertas, hlmn. 122

nah, tanpa gugel, tanpa apa-apa, dan cuma pakai hati sendiri, agak-agak puisi ini tentang apa? tak akan pernah ada jawapan yang salah, dan tak akan pernah ada jawapan yang betul.

"entah sejak kapan kita suka gugup
di antara frasa-frasa pongah
di kain rentang yang berlubang-lubang
sepanjang jalan raya itu; kita berhimpitan
di antara kata-kata kasar yang desak-mendesak
di kain rentang yang ditiup angin,
yang diikat di antara batang pohon
dan tiang listrik itu; kita tergencet di sela-sela
huruf-huruf kaku yang tindih-menindih
di kain rentang yang berjuntai di perempatan jalan
yang tanpa lampu lalu-lintas itu.
telah sejak lama
rupanya kita suka membayangkan diri kita
menjelma kain rentang koyak-moyak itu, sebisanya
bertahan terhadap hujan, angin, panas, dan dingin"
:entah sejak kapan, sapardi djoko damono:

ps: untuk jiwa-jiwa yang suka puisi. ceh.

(satu lagi eskapism, huh)

6 comments:

nusrah said...

puisi betul2 ajar tiya jadi jujur umy. sebab puisi itu mati kalau bukan ditulis dari hati yang jujur.

hahhh...hembus nafas perlahan-lahan.

jazakillah for sharing this umy!

Anonymous said...

saya suka sajak umy

Alyaa Ali said...

tak akan pernah bisa memaknakan sebuah puisi dalam kondisi minda hampir pecah bersama perasaan yang menerawang.

alhamdulillah baru selesai siapkan assignment untuk minggu ini.
rindu akak.
beserta tulisan menggugah jiwa ^^

Umairah. said...

nusrah;
setuju :)
tapi, eh? hembus nafas je? mana jawapan untuk soalan umy tu? hehe ;P

anon;
terima kasih.
sangat menghargainya :)

alyaa;
waktu tulis nie, akak teringat alyaa datang bilik, and akak tanya soalan yang sama; "alyaa agak2 puisi nie pasal apa?"

haha. sambil hirup hotchoc tengah malam dingin. wewr!

rindu alyaa jugak. moga Allah permudahkan kerja2 alyaa, ameen :)

Alyaa Ali said...

mana mungkin tidak saya flashback waktu itu
oh itu buat saya lebih sebak mengenangkan beberapa bulan lagi untuk merasakan akak dekat di IIUM

ok sila jangan menitikkan air mata

Umairah. said...

alyaa;
terharunya bila ada orang SAYAng :')