Pages

Monday, June 4, 2012

tamshi 'alastihya' (28:25)

waktu Dhuha yang malu - malu tadi, tersempat melintasi ayat ini;

"kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemaluan - maluan, ia berkata: "sesungguhnya bapaku memanggil kamu kamu agar ia memberi balasan terhadap kebaikanmu memberi minum ternak kami." 
-al-qasas: 25

dan, hmm.. saya pula yang diserbu rasa sungguh malu;

pada refleks seorang perempuan, gambaran Al-Quran,
langsung kata - kata Allah, yang sifatnya sungguh malu.

subhanallah.

7 comments:

anis said...

Perempuan dan malu.

Adik beradik. Sedarah! :)

-hazen said...

Oh nabi kita pun pemalu. Gadis2 malunya.

Kalau perempuan dan malu itu adik beradik. Malu dan mulia itu saudara.

ssk said...

sungguh-sungguh perlu malu.
"bila tiada malu, buatlah apa yang kamu suka"

Umairah. said...

anis, hazen, ssk:
setuju

cuma meletakkan kata dalam amal itu sungguh, tak semudah kata setuju.

cabaran abad ke-21, hmm

moga dipermudahkan,insyaAllah

jazakumullahhu khayran katheera.


--
:)

Sidratul Muntaha said...

Dan malu itu seperti satu kecantikan,seperti rangkaian kosmetik bersifat indah.

Perempuan dan malu.
Jangan terpisah.

:)

ireminisces said...

Asalamu alaikum,
Thanks for sahring although dont understand, come and have a look at Driving with eyes closed

Umairah. said...

fatin:
indah!

ireminisces:
followed-
thank you.

:)