Pages

Wednesday, November 16, 2011

maafkan selalu.


pada pengarang jantung, buah hati, kekasih jiwa raga, yang begitu mengerti kedalaman hati

maafkan selalu kealpaan yang selalu buat onar, lalu hatimu terguris atau khilaf tanpa sedar lalu jiwamu merana

maafkan selalu hati yang tak peduli, atau hati yang kurang simpati pada rindu-rindu lalu yang kau titip dari anak mata, dari suara, dari rayuan yang cukup halus tak tersedar

maafkan selalu keculasan dalam berbakti seluruh jiwa raga, atau keterlupaan hingga melebihkan kasih pada yang tak selayaknya

maafkan selalu kelewatan dalam mentafsir makna "pulanglah, pulanglah" yang kau tak pernah ucap melainkan hanya dalam kiasan bersahaja

maafkan selalu kecuaian penghutang-titipan-bulanan ini, kerana barangkali ada yang tak tertunai semanah mungkin

di akhirat kelak, andai ditanya sejauh mana amanahmu tertunai, kalau bisa aku jawab, akan aku katakan:

"Tuhanku, ya Ilahi Rabbi hadiahkanlah mereka mahkota, kurniakanlah mereka Syurga, dengan ini saja bakal terlunaslah hutang-hutangku.."

ah, moga saja aku cukup solehah dan benar mukminah untuk diberi peluang berkata-kata sedemikian rupa. detik, dan hari-hari yang aku lalui di sini adalah perjalanan mencari solehah dan mukminah itu. maka izinkanlah, dan redhakanlah waktu-waktu yang terlebih di sini, berbanding di sana agar kelak -aku- adalah maharmu untuk mendiami istana Allah

sabarlah, sabarlah

"sesungguhnya harta dan anak-anakmu hanyalah (ujian) bagimu, dan di sisi Allah lah, pahala yang besar." (at-taghabun:15)



ikhlas dari jauh,
kakak, 0505; uiam gombak




____
bila berkasih kerana Allah, apa yang kita lihat, kita pandang, kita rasa, kita mahu, kita impi, kita harap, PASTI-nya dalam ruang lingkup -ALLAH juga. hanya itu, tiada yang lain. hmm, itu lebih realistik dan futuristik kan? :)


2 comments:

syafa mohamed said...

salam ukhti...

yer sgt realistik^^

Umairah. said...

wa'alaikissalam. :)

alhamdulillah..
salam kenal, syafa. :D

syukran.